Posts

Showing posts with the label Jelajah

Penjaga Kelangsungan Kearifan Lokal & Budaya

Image
Kota Makassar tidak selalu tentang demonstrasi, tawuran atau apa saja yang masih dan tetap hangat di media, demikian hemat penulis. Makassar dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup masif dalam bidang industri kreatif. Bak biji kacang di tanah yang subur, bermuculnya banyak komunitas atau kelompok yang terbentuk dari bermacam-macam kesamaan tujuan kecil yang berkesinambungan. Beberapa yang beralasankan kepedulian terhadap edukasi dan kaum marginal, ada yang terbentuk karena cinta alam dan lingkungan, ada juga atas dasar kesamaan hobi & kegemaran dan lainnya sebagai suatu kesatuan gerakan.  

Fort Rotterdam

Image
Fort  Rotterdam  awalnya  bernama  Benteng  Jum  Pandang  (Benteng Ujung Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa ‐ Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah Barat Kota Makassar. Berdasarkan  Perjanjian  Bungayya  yang  ditandatangani  pada  tanggal 16 November 1657, Benteng Ujung Pandang  jatuh ke tangan Belanda. sejak saat itu, benteng ini berubah nama menjadi Benteng Rotterdam. Bangunan ‐ bangunan  kayu yang sebelumnya berada di dalam benteng dihancurkan dan diganti dengan  bangunan beton. Saat itu, Fort Rotterdam menjadi benteng  pertahanan  termegah  dan  terindah di akhir abad ke ‐ 17 dengan sebutan “ Kasteel ” atau “ Puri ”   karena  fungsinya  sebagai permukiman pejabat tinggi Pemerintah Belanda. (dikutip dari berbagai sumber)

Losari, Hi Cantik

Image
Salam, selamat sore belahan Bumi yang lain. Sebelum jauh membicarakan tentang kota, biarlah kita dekat lewat kata. Perkenalkan nama saya, eh anu panggil saja Dayat. Sementara masih sibuk-sibuk berbenah di dunia untuk akhirat.

Bawakaraeng, Mari Mengunduh Rindu

Image
Sebenarnya kami tidaklah tergabung dalam komunitas pecinta alam apapun. Mapala Plastik, begitulah kami menyebut kumpulan kami. Kami adalah sekelompok anak muda keren yang sok muda, bertalenta, rajin menabung, saling menjaga ( menjaga jarak dengan mantan yee ), dan tentunya sayang kamu dan lingkungan raya. Kami hanya orang-orang baik yang tengah berlari; lari dari janji-janji dan harapan palsu termin yang tak kunjung datang ; lari dari deadline kerjaan berbayar dan gratisan, lari dari sesak kota metro dan juga asmara. Singkat kisah, perjalanan ke Puncak Bawakareng ini akhirnya terjadi juga setelah melewati beribu halang dan rintangan; sebagaimana yang telah tercatat dalam kitab-kitab terdahulu bahwasannya vakansi yang direncanakan jauh hari sebelum hari H sering kali menjadi rencana semata dan terkubur dalam-dalam di grup chat history , eh malah yang hanya direncanakan sehari sebelumnya yang jadi. Hihi… demikian apa bedanya dengan tugas-tugas gambar di kuliahan lalu, tiba masa...

Kami Menulis

Image
Sabtu siang, 08 Juni tahun yang sama. Alam sementara asyik memainkan perannya. Kadang cerah, kadang mendung. Terik di pagi hari, badai sorenya; sebaliknya, tak tentu. Sepertinya bulan keenam akan menjadi awal musim kemarau yang basah bagi kota kita.  Pinggiran selatan Kota Makassar, terdengar riuh semangat anak-anak yang tengah belajar; iya, waktu serupa di sanalah saya berada.  Sungguh satu kesempatan yang luar biasa, bisa berpartisipasi dalam kegiatan menulis anak-anak TPA Tamangapa, Antang. Kegiatan ini diprakarsai oleh teman-teman LEMINA (lembaga Ibu dan Anak) dan IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis).

Pete-pete Hijau Kampus Merah

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.       Minggu pertama bulan keempat dari dua belas bulan dalam setahun ternyata masih menyisakan hujan untuk kota kita. Menjelang tiga puluh menit lagi jam lima sore, hari mulai gelap; benar-benar gelap oleh arak-arakan awan yang sebentar lagi menumpahkan satu dua dan beribu titik hujan. Mereka itu rindu, demikianlah saya menyebutnya ( yaelah , melowdrama gitu , maklumlah saya banyak baca fiksi dibanding literatur jurusan perkuliahan sendiri. Buat para wanita jangan kuatir , saya tetap cakep kok )       Jalan penuh sesak, jam lima sore dihari kerja sepertinya menjadi momok menakutkan. Macet sudah pasti, asap dan debu jalan; belum lagi orang-orang dalam keadaan letih sepulang dari bekerja. Di kehidupan yang lain, lamban tapi pasti dengan gagahnya saya memberi kesempatan kaki kiri untuk menaiki pete-pete; sebutan untuk angkutan umum antarkota di kota saya, ...

Makassar, January Tahun 2012

Image
                   Makassar Kota kita.  Namanya “ApotekBersaudara”. Sekilas tempat ini bukanlah sebuah apotek sekaligus tempat praktik dokter spesialis… melainkan sebuah salon; tiga buah stan spanduk berukuran satu kali dua meter terpampang portrait di setiap sudut bertuliskan daftar harga mulai dari pemotongan rambut, smoothing, rebonding sampai hair coloring … salon tepatnya berada di lantai dua… yup, ingat Kahitna ingat Dia… ingat Makassar, ingat Kota kita- tentang Kota ruko dengan pemanfaatan bangunan sebagai fungsi ganda…             Terdapat beberapa ruangan yang terbentuk dari partisi multiplex. Enam ruang untuk dokter dengan masing-masing keahliannya… sebuah ruang administrasi dan juga sebagai tempat bercanda para perawat dan apoteker…. Gudang dan sebuah kamar mandi…             Sepert...

Minggu Sore Dengan Mereka

Image
Pernah kuditinggalkan oleh mereka yang kusayangi dan aku tetap tegar… P ernah kukehilangan barang yang paling kusukai, aku menangis dan saat ini kumasih bisa tertawa… Pe rnah; kecil dulu hampir aku kehilangan dua jariku dan aku tetap bermain dengan mereka yang melukaiku… Pernah kudapat nilai buruk saat ujian dan terusku belajar… Pernah kuterjatuh dan aku bangkit lagi… Heeh…Sudah cukup gumamku dan aku tak ingin kehilangan senyuman kalian di minggu sore… Jika kalian bertanya apa yang kulakukan setelah pagi, Kuminta Tuhan Membangunkan di setiap tidurku agar waktu kita banyak untuk bersama… Yah bersama-sama kita melihat dunia ini… Bertempat Salah satu panti asuhan di kotaku,,, Di sanalah aku mengajar dan belajar tentang sebenarnya hidup… Minggu adalah Hari yang paling kutunggu dalam ketujuh hari; MINGGU SORE…

Kota Daeng, Sabtu 17-11-2011

    Sedang asyiknya melihat kertas-kertas kecil di dindingku, tiba-tiba handphone_ku berdering tanda bertambahnya list sms baru. kuabaikan saja untuk beberapa saat. selang beberapa waktu, berdering lagi. dengan pandangan yang masih meliuk-liuk mencari kegiatanku akhir pekan itu,  kuambil handphone yang sebelumnya kusimpan di atas lemari # atas lemari adlah salah satu spot yang biasa kugunakan untuk mendapatkan sinyal, maklum kamarku susah sinyalnya, hehehe. "kak, hanya mengingatkan, ni malam kita' bawa materi manajemen tu!" sms yang pertama dari seorang junior yang memintaku jadi pemateri dalam salah satu kegiatan organisasi daerahku. (dalam adat bugis,'kita' biasanya digunakan sebagai kata ganti seorang yang lebih tua ). "sip-sip" kubalas mengiyakan.